Kamis, 26 November 2015

Bebas itu bahagia

Hallo sayang,..
Assalamualaikum..

Aku sempetin buat nulis meskipun sebenernya aku udah nyimpan ini dalam diri saya.
sejauh ini 25tahun aku hidup kebanyakan orang2 yg dekat dan mengenalku mereka selalu kepo. tidak memberi solusi menyalahkan dan menyuruh.
Mungkin setelah setahun ini aku baru sadar yg namanya manusia itu butuh kebebasan berekspresi bebas utk tertawa,bebas utk menangis, bebas utk marah, bebas utk suka, cinta, benci dan ungkapan2 yg lain. dulu...
Aku pernah tertawa tp mereka menyuruhku diam hanya karena apa nya sih yg lucu.
Aq pernah menangis tp mereka menyuruhku diam.karna jika aku menangis itu menjijikkan.
Aku pernah mengungkapkan aku suka tp mereka mengatakan apa sih jelek gitu kok suka dari apa nyaa???
dan akhirnya aku diam.
aku pernah mengungkapkan benci tp mreka bilang aku jahat,aku sok bener sok tau ~~~~
dan mereka-mereka itu sebenernya tidak tau apa-apa.
kenapa mereka mengecilkan dunia ku ? apa karena mereka tak punya dunia nya ??........ atau dunia mereka2 itu sempit?

Dan ketika aq mempunyai anak pertama, Aku putuskan aku tidak suka semua ini aku merasa berisik dengan komentar2 yang gak jelas yg sotoy dan tdk ada untungnya diaku. Aku mulai belajar membebaskan diriku dari orang-orang yg gak tau apa2 itu. sepertinya aku sudah aq tdk peduli,eh... bukan ga peduli yaa..tp seperti aq gak mau ambil pusing.aku mulai belajar terus belajar....
aku banyak membaca, mencari tau dari jalan cerita org2 yg percaya pdku,org2 yg curhat,aku memperhatikan orang2 disekitarku sampai............ aku sadar!!!!!

Hidup ini hidupku keputusanku tanggungjawabku waktu gak bisa keulang dan kebahagiaanku berasal dr apa yg aku miliki.

Aku mulai dgn menyayangi anakku dengan quality time.. aku belajar komunikasi dengan suami dan sampe skrg itu masih jd pelajaran PR kami berdua setiap hari.. Aku membebaskan diriku dg apa yg ingin aku ekspresikan, aku gak takut apa kata mereka2, disitu aku lebih mengenal diriku,percaya diri dan sayang diri sendiri.
Aku nyaman dgn diriku. aku tidak takut dimarah i.aku tidak takut dibenci.aku tidak takut dijauhi.... 
selama aku berada dijalan Allah.aku yakin aku aman. 
Aku tidak suka menyalah2kan karna aku juga tdk sepenuhnya benar lhoo.. Sadar diri Tau diri itu hrs dilatih setiap hari.. 

Dan skrg anakku duaa.. Aku menerapkan kebebasan berekspresi pada mereka pada suamiku juga..(tp gak tau  ngerasa gitu apa enggak hihihih..)
aku tidak mau ada paksaan dlm diri jika tdk suka mreka gak harus suka. aku mau mreka apa adanya tidak pura-pura dan belajar menghadapi resiko..... aq mau mereka juga bahagia dgn hidupnya bukan karna aku tp karna dirinya sendiri..
Anak-anak bersamaku waktunya dikit karna aku kerja dan mreka semua bisa menerima keadaan ini aku sangat bersyukur benar- benar bersyukur... 
satu lagi,aku belajar tidak pernah berbohong pada anak-anakku apapun yg aku alami. karna aku mau jadi tempat mereka jujur dalam kondisi apapun.
masih butuh banyak belajar aku nya. jadi pribadi yg berilmu n bermanfaat... bahagia karna syukur.. dan gak sotoy !!!! itu susah perlu latihan.. 
ywes pokok e gitu itu aku.. aku yakin aku gak lebih baik dari kamu kamu semua.. 
aku mah apaa atuuuuhh.... hahahaha

Sudaaaahh yaaa......  
ok,terima kasih. yg kepo.semoga bermanfaat...

Rabu, 28 Oktober 2015

HUTANG KEPADA ANAK-ANAK KITA

Kita selalu berhutang banyak cinta kepada anak-anak.
Tidak jarang, kita memarahi mereka saat kita lelah.
Kita membentak mereka padahal mereka belum benar-benar paham kesalahan yang mereka lakukan. Kita membuat mereka menangis karena kita ingin lebih dimengerti dan didengarkan.
Tetapi seburuk apapun kita memperlakukan mereka, segalak apapun kita kepada mereka, semarah apapun kita pernah membentak mereka... Mereka akan tetap mendatangi kita dengan senyum kecilnya, menghibur kita dengan tawa kecilnya, menggenggam tangan kita dengan tangan kecilnya... Seolah semuanya baik-baik saja, seolah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya...
Mereka selalu punya banyak cinta untuk kita, meski seringkali kita tak membalas cinta mereka dengan cukup.  Kita selalu berhutang banyak kebahagiaan untuk anak-anak kita. Kita bilang kita bekerja keras demi kebahagiaan mereka, tetapi kenyataannya merekalah yang justru membahagiakan kita dalam lelah di sisa waktu dan tenaga kita. Kita merasa bahwa kita bisa menghibur kesedihan mereka atau menghapus air mata dari pipi-pipi kecil mereka, tetapi sebenarnya kitalah yang selalu mereka bahagiakan... Merekalah yang selalu berhasil membuang kesedihan kita, melapangkan kepenatan kita, menghapus air mata kita.  Kita selalu berhutang banyak waktu tentang anak-anak kita. Dalam 24 jam, berapa lama waktu yang kita miliki untuk berbicara, mendengarkan, memeluk, mendekap, dan bermain dengan mereka? Dari waktu hidup kita bersama mereka, seberapa keras kita bekerja untuk menghadirkan kebahagiaan sesungguhnya di hari-hari mereka, melukis senyum sejati di wajah mungil mereka?  Tentang anak-anak, sesungguhnya merekalah yang selalu lebih dewasa dan bijaksana daripada kita. Merekalah yang selalu mengajari dan membimbing kita menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya. Seburuk apapun kita sebagai orangtua, mereka selalu siap kapan saja untuk menjadi anak-anak terbaik yang pernah kita punya.  Kita selalu berhutang kepada anak-anak kita... Anak-anak yang setiap hari menjadi korban dari betapa buruknya cara kita mengelola emosi. Anak-anak yang terbakar residu ketidakbecusan kita saat mencoba menjadi manusia dewasa. Anak-anak yang menanggung konsekuensi dari nasib buruk yang setiap hari kita buat sendiri. Anak-anak yang barangkali masa depannya terkorbankan gara-gara kita tak bisa merancang masa depan kita sendiri.  ... Tetapi mereka tetap tersenyum, mereka tetap memberi kita banyak cinta, mereka selalu mencoba membuat kita bahagia.  Maka dekaplah anak-anakmu, tataplah mata mereka dengan kasih sayang dan penyesalan, katakan kepada mereka, "Maafkan untuk hutang-hutang yang belum terbayarkan... Maafkan jika semua hutang ini telah membuat Tuhan tak berkenan. Maafkan karena hanya pemaafan dan kebahagiaan kalianlah yang bisa membuat hidup ayah dan ibu lebih baik dari sebelumnya... Lebih baik dari sebelumnya."

Kamis, 08 Oktober 2015

ES POTONG

Es Potong
Bahan :
- 500 ml Santan ( dari ½ kelapa )
( 200 ml santan kental + 300 ml air )
- 140 gr Gula pasir
- 20 gr Chocolate powder
- 20 gr Milk powder
- 30 gr Sagu ( larutkan dengan sedikit air )
CARA MEMBUAT :
1. Masak santan,chocolate powder, milk powder, dan gula hingga mendidih, aduk sesekali agar santan tidak pecah dan chocolate tidak menggumpal.
2. Masukan sagu yang sudah dilarukan dengan air. Aduk agar tidak menggumpal. Angkat dan dinginkan.
3. Masukan adonan Es-potong kedalam cetakan sesuai selera ) . Masukan ke dalam freezer hingga beku.

Senin, 05 Oktober 2015

About me !

Halloo cintaa...
My Name Lucia Septiani Girsang, Aq ibu muda.... 26th (masih muda kan?? )
 dari 2 baby aq yg cntik-cantik
Elicia Sheevani Nugroho & Naysilla Rinjani Nugroho

catch me on,
Facebook : Lucia Septiani Noepasha
Email : luciaseptiani@gmail.com
Twitter : luciaseptiani
Instagram:Lucia.Noepasha


Saling berbagi kebaikan yuk!!!
^_^